DO'A

on Selasa, 23 Maret 2010


Do’a adalah salah satu bentuk ibadah seorang hamba kepada Robb – nya, do’a adalah salah satu senjata orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

Do’a juga merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi kepada Tuhan, dengan sering ber do’a maka jalinan antara hamba dan Robb – nya akan bisa menjadi lebih baik. Seseorang yang ber do’a berarti dia telah menyadari bahwa dia adalah makhluk yang dloif dan sangat butuh kepada Sang Maha Pencipta, orang yang tidak mau ber do’a adalah orang yang sombong dan seolah tidak memerlukan bantuan dari yang telah menciptakannya. Karena itu mintalah selalu apa yang anda inginkan kepada Allah SWT, karena hanya Dia – lah yang sanggup memenuhi segala yang kita minta, dan pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita, entah itu akan diberikan di dunia ataukah di akhirat kelak, karena itu adalah janji – Nya yang tidak mungkin Dia pungkiri.

Adapun dibawah ini, mari kita perhatikan :

BEBERAPA ORANG YANG DO’ANYA MAKBUL / MUSTAJABAH :
1. Orang yang terdesak
2. Orang yang terdlolimi ( Meskipun ia orang kafir )
3. Orang tua kepada anaknya atau anak yang sholeh kepada orang tuanya
4. Pemimpin (muslim) yang adil
5. Orang – orang yang sholeh
6. Orang puasa sampai ia berbuka
7. Do’a seorang muslim kepada muslim yang lain disaat ia sendirian ( Tanpa sepengetahuan orang yang di do’akannya )
8. Do’a orang – orang muslim ( Asal bukan untuk kesyirikan, ma’siat, dan bukan pula untuk untuk memutus hubungan silaturrohim )
9. Orang yang bertaubatan nasukhah
10. Orang yang shafar ( bukan dalam rangka untuk berma’siat )

SYARAT – SYARAT ORANG YANG BERDO’A :
1. Haruslah ikhlas karena Allah semata ( Biasakan berdo’a di waktu susah ataupun senang )
2. Mengoptimalkan ketaatan dalam beribadah kepada Allah SWT ( Optimal dalam mengerjakan perintah Allah SWT dan optimal pula dalam menjauhi segala larangan – Nya )
3. Menjauhi segala yang haram
4. Di dahului dengan ‘amalan – ‘amalan yang sholeh
5. Hendaknya bersuci terlebih dahulu ( Agar juga menjaga tampilan yang prima ketika ber do’a )

ETIKA DALAM BER DO’A
1. Berdo’a pada waktu – waktu yang di istijabai ( Waktu yang mubarokah ), seperti : Bulan Romadlon, hari ‘arofah dan hari jum’at.
2. Berdo’a pada momentum – momentum tertentu, Seperti :
a.Ketika turun hujan
b.Ketika sujud ( Sujud apapun )
c.Bertemunya 2 ( dua ) pasukan ketika perang
d.Antara ‘adzan dan iqomah
3. Berdo’a pada tempat – tempat tertentu ( Dan hanya tiga tempat )
a.Masjidil Haram dan sekitarnya ( Mekkah )
b.Masjid Nabawi ( Madinah ) , dan di anjurkan berdo’a di Roudloh
c.Masjidil Aqso ( Palestina )
4.Berdo’a dengan menghadap kiblat ( dengan mengangkat tangan )
5.Berdo’a dengan suara pelan / lirih ( Bukan dalam hati dan bukan pula dengan suara yang keras atau histeris )
6. Berdo’a dengan khusuk dan dengan perasaan yang penuh harap ( Bukan dengan santai, seperti tengok kanan kiri, dan lainnya ) dan juga perasaan cemas.
7. Berdo’a dengan serius, dan dengan perasaan optimis ( yakin ) bahwa do’anya diterima dan di kabulkan oleh Allah SWT
8. Hendaknya mengulang – ulang do’anya ( Bisa sampai 3 kali )
9. Membuka do’a dengan banyak memuji Allah SWT dan mengakui segala kesalahan kita, lalu membaca sholawat Nabi SAW ( dan hendaknya tidak langsung meminta ke duniawian )
10. Pebaharui taubat ( banyak membaca istighfar, terutama sayyidul istighfar )
11. Apabila ada hak – hak orang lain yang ada pada kita hendaknya dikembalikan.
Catatan :
Ada 3 ( Tiga ) kemungkinan yang terjadi dengan do’a kita :
1. Do’a kita dikabulkan di dunia
2. Do’a kita tidak dikabulkan di dunia tapi di akhirat kelak ( yang lebih baik )
3. Do’a kita tidak di kabulkan, tetapi diganti dengan keselamatan dan terhindar dari bencana / musibah yang akan menimpa kita.

Demikianlah apa yang kami sampaikan, semoga bermanfa’at dan do’a do’a kita menjadi makbul.

Wallahu a’lamu bi ash – showwab !

YaNg mAu TaMbAh SeHAt

on Senin, 22 Maret 2010


yang mau tambah sehat...
________________________________________
Manfaat Puasa Untuk Kesehatan

Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Puasa, yang mensyaratkan untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.

Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu :

* Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan,
Pada hari-hari ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.
* Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
* Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
* Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh,
* Memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh,
* Meningkatkan fungsi organ tubuh

Disunahkan agar berbuka puasa diawali dengan makan buah kurma, atau dengan buah-buahan dan minuman yang manis seperti madu. Ajaran ini mengandung makna kesehatan karena buah-buahan dan minuman yang manis merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh untuk memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh makanan dan minuman. Glukosa yang terkandung di dalam buah-buahan dan minuman yang manis merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Glukosa efektif dibutuhkan ketika tubuh memerlukan masukan energi yang diperlukannya.

Anjuran sahur bukan semata-mata untuk mendapatkan tenaga yang prima selama menunaikan ibadah puasa, melainkan juga mengandung makna bahwa puasa perlu persiapan agar selama berpuasa produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi perlu diusahakan memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh, meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Pentingnya keseimbangan gizi sering kurang disadari karena hasilnya tidak terlihat langsung. Seseorang yang kekurangan zat gizi tertentu sama bahayanya dengan mereka yang kelebihan gizi tertentu. Makan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi susunan saraf pusat dan kondisi biokimia tubuh. Makan yang seimbang adalah makan yang tidak kekurangan tetapi juga tidak berlebihan, yang disesuaikan dengan usia, kualitas dan kuantitas gerak serta kondisi tubuh.

Pada beberapa orang, pada saat puasa mempunyai keluhan seperti merasa lemas dan lesu atau stamina menurun, juga gangguan pencernaan seperti perut kembung dan gangguan lambung. Beberapa bahan pangan tertentu seperti madu, jahe, kencur, temu lawak, dan bahan-bahan lainnya dapat digunakan untuk mengatasi stamina menurun, kembung, dan gangguan lambung pada saat puasa.

Berikut beberapa bahan alami yang dapat digunakan agar puasa tetap fit dan segar.

1.MADU
Khasiat : meningkatkan stamina serta mempertahankan stabilitias tubuh agar tetap sehat dan bugar, melancarkan proses metabolisme, untuk kecantikan dan awet muda, mencegah gangguan pencernaan, dan lain-lain

2.KURMA
Khasiat : meningkatkan stamina dan energi, mencegah & mengatasi anemia (kurang darah), melancarkan pembuangan, sebagai penenang (merileksasi sel otot tubuh yang tegang), mencegah pendarahan rahim.

3.JAHE (Zingiber officinale Rosc.)
Khasiat : meningkatkan stamina, mengatasi perut kembung, masuk angin, mual, muntah, sakit kepala, pusing, demam, dan lain-lain

4.TEMU LAWAK (Curcuma xanthorrhiza)
Khasiat : kolesterol tinggi, meningkatkan stamina tubuh/tonikum, kurang darah, radang lambung/maag, perut kembung, dan lain-lain.

5.KENCUR (Kaempferia galanga)
Khasiat : meningkatkan stamina tubuh, menghilangkan bau mulut, radang lambung, kembung, mual, muntah, masuk angin, dan lain-lain.

6.Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas)
Khasiat : perut kembung, peluruh kentut, masuk angin, gangguan lambung

7.KUNYIT (Curcuma domestica Val.)
Khasiat /efek ; radang lambung, memperlancar pengeluaran empedu sehingga mengurangi perut kembung, mual, dan rasa begah di perut.

8.KAPULAGA (Amomum cardamomum)
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.

9.Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.

Kerja keras tapi rizki tak datang ???????

on Minggu, 21 Maret 2010


Sibuk Bekerja Namun Rezeki Tak Kunjung Datang

PDF

Cetak

E-mail

Fatwa dan Nasehat Agama | Masalah Rezeki

Ditulis oleh superadmin on Kamis, 25 Desember 2008 13:30

Banyak yang bertanya mengapa sudah berusaha bekerja dengan keras dan pintar, mencoba berbagai strategi bisnis terbaru, namun tetap saja hasilnya tidak memuaskan, apakah saya sudah ditakdirkan untuk mempunyai rezeki yang sedikit atau ada sebab - sebab lainnya ?

Sebelum menyatakan ini adalah takdir saya, sebaiknya lakukan introspeksi diri jangan-jangan kita terjatuh kedalam kesalahan yang disinggung oleh hadits berikut ini :

Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)" HR. Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim

"Artinya : Tuhan kalian berkata, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah kepadaKu sepenuhnya, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. Wahai anak Adam!, jangan jauhi Aku, sehingga Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan" HR. Al-Hakim

Silahkan baca artikel berikut ini untuk mendapatkan penjelasan tentang hadist ini. Semoga bermanfaat.

BERIBADAH KEPADA ALLAH SEPENUHNYA

Oleh

Syaikh Dr Fadhli llahi


Di antara kunci-kunci rizki adalah beribadah kepada Allah sepenuhnya. Saya akan membahas masalah ini –dengan memohan pertolongan kepada Allah- dari dua hal.

Pertama: Makna Beribadah Kepada Allah Sepenuhnya

Kedua : Dalil Syar’I Bahwa Beribadah Kepada Allah Sepenuhnya Adalah Di Antara Kunci-Kunci Rizki.

Pertama : Makna Beribadah Kepada Allah Sepenuhnya

Hendaknya seseorang tidak mengira bahwa yang dimaksud beribadah sepenuhnya adalah dengan meninggalkan usaha untuk mendapatkan penghidupan dan duduk di masjid sepanjang siang dan malam. Tetapi yang dimaksud –wallahu a’lam- adalah hendaknya seorang hamba beribadah dengan hati dan jasadnya, khusyu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah Yang Mahaesa, menghadirkan (dalam hati) betapa besar keagungan Allah, benar-benar merasa bahwa ia sedang bermunajat kepada Allah Yang Maha Menguasai dan Maha Menentukan. Yakni beribadah sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits.

"Artinya : Hendaknya kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatNya. Jika kamu tidak melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu" [Lihat, Shahih Muslim, Kitabul Iman, Bab Bayanul Iman wal Islam wa Ihsan…., penggalan dari hadits no.5 (9), 1/39>

Janganlah engkau termasuk orang-orang yang (ketika beribadah) jasad mereka berada di masjid, sedang hatinya berada di luar masjid.

Menjelaskan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

"Artinya : Beribadahlah sepenuhnya kepadaKu".

Al-Mulla Ali Al-Qari berkata ; ‘Maknanya, jadikanlah hatimu benar-benar sepenuhnya (berkosentrasi) untuk beribadah kepada Tuhamnu" [Murqatul Mafatih, 9/26. Lihat pula, Tuhfatul Ahwadzi, di dalamnya disebutkan : Kosongkanlah (hatimu) dari urusan-urusanmu untuk menta’atiKu" 7/140>

Kedua : Dalil Syar’i Bahwa Beribadah Kepada Allah Sepenuhnya Adalah Diantara Kunci-Kunci Rizki.

Ada beberapa nash yang menunjukkan bahwa beribadah sepenuhnya kepada Allah termasuk di antara kunci-kunci rizki. Beberapa nash tersebut di antaranya adalah.

[1> Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan [1> dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)" [2>

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits tersebut menjelaskan, bahwasanya Allah menjanjikan kepada orang yang beribadah kepadaNya sepenuhnya dengan dua hadiah sebaliknya mengancam bagi yang tidak beribadah kepadaNya dengan sepenuhnya dengan dua siksa. Adapun dua hadiah itu adalah Allah mengisi hati orang yang beribadah kepadaNya sepenuhnya dengan kekayaan serta memenuhi kebutuhannya. Sedang dua siksa itu adalah Allah memenuhi kedua tangan orang yang tidak beribadah kepadaNya sepenuhnya dengan berbagai kesibukan, dan ia tidak mampu memenuhi kebutuhannya, sehingga ia tetap membutuhkan kepada manusia.

[2> Hadits riwayat Imam Al-Hakim dari Ma’qal bin Yasar Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Tuhan kalian berkata, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah kepadaKu sepenuhnya, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. Wahai anak Adam!, jangan jauhi Aku, sehingga Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan" [3>

Dalam hadits yang mulia ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia, yang berbicara berdasarkan wahyu mengabarkan tentang janji Allah, yang tak satu pun lebih memenuhi janji daripadaNya, berapa dua jenis pahala bagi orang yang benar-benar beribadah kepada Allah sepenuhnya. Yaitu, Allah pasti memenuhi hatinya dengan kekayaan dan kedua tangannya dengan rizki.

Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan akan ancaman Allah kepada orang yang menjauhiNya dengan dua jenis siksa. Yaitu Allah pasti memenuhi hatinya dengan kefakiran dan kedua tangannya dengan kesibukan.

Dan semua mengetahui, siapa yang hatinya dikayakan oleh Yang Maha Memberi kekayaan, niscaya tidak akan didekati oleh kemiskinan selama-lamanya. Dan siapa yang kedua tangannya dipenuhi rizki oleh Yang Maha Memberi rizki dan Mahaperkasa, niscaya ia tidak akan pernah pailit selama-lamanya. Sebaliknya, siapa yang hatinya dipenuhi dengan kefakiran oleh Yang Mahakuasa dan Maha Menentukan, niscaya tak seorangpun mampu membuatnya kaya. Dan siapa yang disibukkan oleh Yang Mahaperkasa dan Maha Memaksa, niscaya tak seorangpun yang mampu memberinya waktu luang.

[Disalin dari buku Mafatiihur Rizq fi Dhau’il Kitab was Sunnah, edisi Indonesia Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah hal 36-40, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc. Darul Haq>
_________

Foote Note.

[1> "Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan". Dikhususkan penyebutan kata ‘tangan’ karena pekerjaan itu dilakukan dengan keduanya. [Lihat, Faidhul Qadir, 2/308>

[2> Al-Musnad, no 8681, 16/284 ; Jami’ut Tirmidzi, Abwabul Shifatil Qiyamah, Bab no. 2584, 7/140 dan lafazh ini miliknya ; Sunan Ibni Majah, Abwabuz Zuhd, Al-Hammu bid Dunya, no. 4159, 2/408 ; Al-Mustadrak ‘Alash Shahihain, Kitabut Tafsir, 2/443. Imam At-Tirmidzi berkata, Hadits ini hasan gharib (Jami’ut Tirmidzi, 7/141). Imam Al-Hakim berkata, Ini adalah hadits yang sanadnya shahih, tetapi tidak dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. (Al-Mustadrak 2/443). Dan in disepakati oleh Adz-Dzahabi (Lihat, At-Talkhish, 2/443). Syaikh Al-Albani berkata, Shahih [Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/300 ; Shahih Sunan Ibni Majah, 2/393>

[3> Al-Mustadrak ‘Alash Shahihaian, Kitabur Riqaq, 4/326. Imam Al-Hakim berkata, ‘Sanad hadits ini shahih, tetapi Al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya’. (Op.cit, 4/326). Dan hal ini disepakati oleh Adz-Dzahabi. Lihat, At-Talkhish, 4/326. Syaikh Al-Albani berkata, Tentang hadits ini, memang seperti yang dikatakan oleh keduanya [Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah,no. 1359, 3/47>

Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/948/slash/0