Do’a adalah salah satu bentuk ibadah seorang hamba kepada Robb – nya, do’a adalah salah satu senjata orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.
Do’a juga merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi kepada Tuhan, dengan sering ber do’a maka jalinan antara hamba dan Robb – nya akan bisa menjadi lebih baik. Seseorang yang ber do’a berarti dia telah menyadari bahwa dia adalah makhluk yang dloif dan sangat butuh kepada Sang Maha Pencipta, orang yang tidak mau ber do’a adalah orang yang sombong dan seolah tidak memerlukan bantuan dari yang telah menciptakannya. Karena itu mintalah selalu apa yang anda inginkan kepada Allah SWT, karena hanya Dia – lah yang sanggup memenuhi segala yang kita minta, dan pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita, entah itu akan diberikan di dunia ataukah di akhirat kelak, karena itu adalah janji – Nya yang tidak mungkin Dia pungkiri.
Adapun dibawah ini, mari kita perhatikan :
BEBERAPA ORANG YANG DO’ANYA MAKBUL / MUSTAJABAH :
1. Orang yang terdesak
2. Orang yang terdlolimi ( Meskipun ia orang kafir )
3. Orang tua kepada anaknya atau anak yang sholeh kepada orang tuanya
4. Pemimpin (muslim) yang adil
5. Orang – orang yang sholeh
6. Orang puasa sampai ia berbuka
7. Do’a seorang muslim kepada muslim yang lain disaat ia sendirian ( Tanpa sepengetahuan orang yang di do’akannya )
8. Do’a orang – orang muslim ( Asal bukan untuk kesyirikan, ma’siat, dan bukan pula untuk untuk memutus hubungan silaturrohim )
9. Orang yang bertaubatan nasukhah
10. Orang yang shafar ( bukan dalam rangka untuk berma’siat )
SYARAT – SYARAT ORANG YANG BERDO’A :
1. Haruslah ikhlas karena Allah semata ( Biasakan berdo’a di waktu susah ataupun senang )
2. Mengoptimalkan ketaatan dalam beribadah kepada Allah SWT ( Optimal dalam mengerjakan perintah Allah SWT dan optimal pula dalam menjauhi segala larangan – Nya )
3. Menjauhi segala yang haram
4. Di dahului dengan ‘amalan – ‘amalan yang sholeh
5. Hendaknya bersuci terlebih dahulu ( Agar juga menjaga tampilan yang prima ketika ber do’a )
ETIKA DALAM BER DO’A
1. Berdo’a pada waktu – waktu yang di istijabai ( Waktu yang mubarokah ), seperti : Bulan Romadlon, hari ‘arofah dan hari jum’at.
2. Berdo’a pada momentum – momentum tertentu, Seperti :
a.Ketika turun hujan
b.Ketika sujud ( Sujud apapun )
c.Bertemunya 2 ( dua ) pasukan ketika perang
d.Antara ‘adzan dan iqomah
3. Berdo’a pada tempat – tempat tertentu ( Dan hanya tiga tempat )
a.Masjidil Haram dan sekitarnya ( Mekkah )
b.Masjid Nabawi ( Madinah ) , dan di anjurkan berdo’a di Roudloh
c.Masjidil Aqso ( Palestina )
4.Berdo’a dengan menghadap kiblat ( dengan mengangkat tangan )
5.Berdo’a dengan suara pelan / lirih ( Bukan dalam hati dan bukan pula dengan suara yang keras atau histeris )
6. Berdo’a dengan khusuk dan dengan perasaan yang penuh harap ( Bukan dengan santai, seperti tengok kanan kiri, dan lainnya ) dan juga perasaan cemas.
7. Berdo’a dengan serius, dan dengan perasaan optimis ( yakin ) bahwa do’anya diterima dan di kabulkan oleh Allah SWT8. Hendaknya mengulang – ulang do’anya ( Bisa sampai 3 kali )
9. Membuka do’a dengan banyak memuji Allah SWT dan mengakui segala kesalahan kita, lalu membaca sholawat Nabi SAW ( dan hendaknya tidak langsung meminta ke duniawian )
10. Pebaharui taubat ( banyak membaca istighfar, terutama sayyidul istighfar )
11. Apabila ada hak – hak orang lain yang ada pada kita hendaknya dikembalikan.
Catatan :
Ada 3 ( Tiga ) kemungkinan yang terjadi dengan do’a kita :
1. Do’a kita dikabulkan di dunia
2. Do’a kita tidak dikabulkan di dunia tapi di akhirat kelak ( yang lebih baik )
3. Do’a kita tidak di kabulkan, tetapi diganti dengan keselamatan dan terhindar dari bencana / musibah yang akan menimpa kita.
Demikianlah apa yang kami sampaikan, semoga bermanfa’at dan do’a do’a kita menjadi makbul.
Wallahu a’lamu bi ash – showwab !



0 komentar:
Posting Komentar